Transformasi Digitalisasi Budaya Popular
Dalam era digital ini, terjadi pergeseran kebiasaan masyarakat dalam mengakses media. Contohnya, banyak yang lebih memilih menonton Netflix di rumah daripada pergi ke bioskop, mencerminkan transformasi preferensi konsumen terhadap hiburan.
Budaya memiliki peran penting dalam mengekspresikan citra sebuah negara. Budaya bekerja melalui teks atau bentuk praktik nyata yang berkembang sehingga memiliki ciri dan identitas. Produk kebudayaan yang dipertahankan dari massa ke massa akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Adanya kebudayaan baru yang hadir dalam suatu masyarakat dipengaruhi oleh proses komunikasi yang terjadi dimana melibatkan internet dan media massa didalamnya. Dampak globalisasi telah mempercepat penyebarluasan informasi dan konektivitas dari aktivitas manusia melalui internet dan media massa. Transformasi yang dihasilkan tersebut dapat dirasakan di berbagai bidang, salah satunya mengenai kebudayaan. Internet menjadi sarana komunikasi global yang juga mempengaruhi berkembangnya teknologi dalam melintasi waktu dan berakulturasi sebagai pembentuk budaya.
Netflix dan channel atau aplikasi yang menayangkan cuplikan film atau layanan video yang sesuai dengan apa yang di inginkan oleh konsumen menjadi salah satu pengaruh besar di dalam aktivitas manusia dalam menjalani aktivitas merefleksikan diri dengan menonton film beralih pada aplikasi aplikasi yang menyediakan fasilitas video sesuai keinginan terutama film yang sudah tersedia dengan berbagai genre membuat sebagian masyarakat beralih yang sebelumnya harus mengunjungi bioskop atau yang lainnya menjadi lebih mudah dan fleksibel karena selain mudah juga di akses dimanapun dan kapanpun hal itu di buktikan oleh sebagian pecinta film “lebih mudah dan nggak perlu mahal mahal dan jauh jauh ke bioskop sih kalo menurut aku lebih fleksibel aja”ucap nevi salah satu mahasiswa yang sudah sejak lama menggandrungi dunia perfilm an selain itu ada manfaat yang cukup banyak jika di bandingkan dengan menonton film di bioskop tidak hanya berhenti di dunia perfilm an tranformasi digital sudah menjadi budaya masyarakat dalam segala aspek kehidupan mulai dari peningkatan ekonomi,karya tulis digital,bahkan memperkenalkan diri agar di kenal khalayak dari media online atau media digital.
Perubahan habit akses media tercermin dalam pergeseran dari media tradisional ke platform digital. Masyarakat kini cenderung lebih memilih streaming online, berita digital, dan konten sosial, menandai transformasi yang signifikan dalam cara mereka mengonsumsi informasi dan hiburan.
Tidak berhenti di situ aspek ekonomi terutama perdagangan juga marak dalam media digital seperti aplikasi shopee,tokopedia,blibli dan lain lain seperti yang sedang gencar menjadi perbincangan khalayak umum , fenomena yang terjadi akhir akhir ini terkait tanah abang yang sepi karena adanya fitur tiktok shop pada aplikasi tiktok di duga menjadi salah satu penyebab menurunnya konsumen di pasar tanah abang sehingga pemerintah membuat kebijakan agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan porsi yang setara”Sebenernya orang beralih itu pasti ada alasannya apa lagi belanja belanja kalo ada yang lebih murah dan mau nunggu nggak perlu keluar jauh jauh buat belanja kenapa harus keluar kalo aku pribadi begitu sih alasannya kenapa lebih suka belanja online”Jawab dinda salah satu pengguna media belanja online “lebih banyak pilihannya lebih variatif dan pastinya lebih mudah saja beralih ke toko toko lainnya andai semisal nggak cocok di toko yang ini kalau di pasar atau belanja offline kan kita kadang malu kalau nggak jadi beli atau cuma lihat lihat aja nah di sini juga poin plus banget buat aku yang pemalu dan gak enakan”tambah dinda meneruskan alasan yang sudah di jelaskan di awal percakapan”tidak dapat di pungkiri lagi bahwa media digital yang kerap kali di kenal sebagai media online tersebut banyak di gandurungi oleh banyak orang terutama anak muda
“Semua berasa simpel saja kalo lewat media online apalagi lagi panas panas nya iklim beberap bulan terakhir ini jadi kayak males aja mau keluar kalo ada yang mudah apa yang susah kan nggak Cuma perdangangan sama film saja sih bahkan aku saja sama temen temen aku liat lebih suka pesen shopeefood,grabfood,gofood daripada harus keluar panas panas buat cari makan”jelas amel mahasiswa yang kerap kali memesan makanan lewat media online selain menguntungkan konsumen media digital juga menguntungkan untuk para pejuang rupiah yang berprofesi sebagai ojol atau driver pada aplikasi aplikasi tersebut “Lebih banyak mbak apalagi akhir akhir ini kungkin karena panas ya jadi banyak yang males keluar buat sekedar cari makan kalau kami kami yang males yaaa anak istri nggak makan jadi saya juga merasa terbantu sama ojek ojek online begini memang awalnya uuga bingung bagaimana cara makek aplikasi nya bagaimana cara kerja nya tapi lihat teman teman saya pada banyak orderan saya jadi ikut pengen ya itung itung kerja sampingan lah mbak lumayan lah komisi nya “ucap salah satu ojek online yang terkena dampak positif dari perubahan digitalisasi masyarakat
Nama/Nim/kelas:Rosyidatul Ulya/23041184361/H
Komentar
Posting Komentar